MANAJEMEN
PRODUKSI
1. Proses
Penguraian atau Analisis
Proses penguraian atau
analisis adalah pengadaan berbagai macam produk dari satu jenis bahan baku. Contonya
Singkong menjadi produk kripik singkong, Combro, dan Sate Cenil Singkong.


![]() |
|||||||||||
![]() |
![]() |
||||||||||
![]() |
|||||||||||
![]() |
|||||||||||
![]() |
|||||||||||

2. Peramuan
Peramuan
atau sintesis persis merupakan kebalikan dari penguraian, artinya satu produk
dihasilkan dari berbagai jenis bahan baku. Karena bahan baku ini mungkin
didatangkan dari tempat yang berbeda-beda, yang terkadang sangat berjauhan satu
sama lain, maka perusahaan yang menekuni bidang peramuan sering menempatkan fasilitasnya di dekat pasar akhir.
Karena hal ini lebih praktis dan menguntungkan. Contohnya HP bahan bahan
dasarnya aluminium, kabel, magnet spiker dan plastik.
![]() |
![]() |
![]() |
||||
![]() |
3. Usaha
Ekstraaktif

![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
![]() |
4. Pengolahan
Perubahan bentuk dari
sejumlah bahan dasar agar lebih mudah di pasarkan. Contohnya kambing di olah
menjadi dendeng kambing.
![]() |
![]() |
||
Ø Tipe-tipe Produksi
1.
Berkesinambungan
(Terus menerus)
Proses produksi
terus-menerus adalah proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu
operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses. Pada
umumnya industri yang cocok dengan tipe ini adalah yang memiliki karakteristik
yaitu output direncanakan dalam jumlah besar, variasi atau jenis produk yang
dihasilkan rendah dan produk bersifat standar.
Produsi kontinu atau terus menerus adalah
suatu metode proses produksi di
mana proses berlangsung secara terus menerus tanpa terhenti. Proses produksi
kontinu adalah kebalikan dari proses produksipartaian.Proses produksi secara
kontinu dilakukan pada industri dengan
skala produksi besar.
Contoh industri
yang melakukan produksi secara kontinu adalah industri gelas.
Gelas dipanaskan sehingga berbentuk lunak dan kemudian dialirkan ke mesin
pencetak untuk dibentuk. Proses pencairan dan pencetakan berlangsung secara
terus menerus tanpa terhenti. Proses produksi pada umumnya dihentikan
berdasarkan keperluan perawatan dan perbaikan. Secara rutin (bisa sebulan
sekali, enam bulan sekali, atau setahun sekali) proses produksi dihentikan dan
dilakukan perawatan dan pemeriksaan menyeluruh (overhaul) terhadap
alat-alat proses.
Bila
dibandingkan dengan proses produksi secara partaian, proses produksi secara
kontinu bersifat lebih efisien karena waktu jeda yang terdapat pada proses
produksi partaian atau terputus-putus dapat dihindari. Kelemahan yang dimiliki
proses produksi secara kontinu adalah sifat alatnya yang tidak dapat
dimodifikasi. Pada umumnya, satu jalur produksi hanya dapat digunakan untuk
memproduksi satu jenis produk.
2.
Partaian (Terputus-putus)
Produksi partaian,(bahasa
Inggris: batch),
adalah proses produksi yang tidak berlangsung secara kontinu atau
sering juga disebut produksi terputus-putus. Proses produksi secara partaian
pada umumnya dilakukan oleh industri proses kimia dengan
skala produksi kecil atau menengah dan industri manufaktur.
Contoh dari
industri yang umumnya melakukan proses produksi secara partaian adalah industri
manufaktur seperti industri sepatu dan
industri proses kimia seperti industri farmasi, tinta, cat,
dan perekat.
Pada proses produksi partaian tinta dan cat, dikenal teknik colour-run. Teknik ini
berlangsung dengan memproduksi warna paling muda terlebih dahulu, seperti
misalnya kuning muda, dilanjutkan dengan warna yang lebih tua, seperti misalnya
jingga, kemudian merah dan seterusnya hingga mencapai warna hitam dan proses
produksi diulang lagi. Dengan menggunakan teknik ini, pencucian dan
rekonfigurasi mesin antar partai dapat diminimalkan. Namun demikian, warna
putih (yaitu warna opaque, bukan transparan), adalah satu-satunya warna yang
tidak dapat diproduksi dengan menggunakan teknik ini karena pigmen putih dapat
memengaruhi warna lain.
Bila
dibandingkan dengan proses produksi secara kontinu, proses produksi secara
partaian lebih tidak efisien. Pada setiap akhir proses produksi partaian,
peralatan proses harus dihentikan, dikonfigurasi ulang, dan dilakukan
pengecekan terhadap kualitas produk sebelum partai selanjutnya diproduksi. Hal
ini menyebabkan adanya waktu jeda antar proses produksi.
Namun demikian, proses
produksi secara partaian memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan
proses produksi secara kontinu. Proses produksi secara partaian cocok untuk
industri yang memproduksi produk-produk musiman atau produk yang tuntutan
pasarnya sulit diprediksi. Selain itu, industri yang proses produksinya berlangsung
secara partaian lebih dinamis dibandingkan industri yang proses produksinya
berlangsung secara kontinu. Karena bersifat partaian, satu jalur produksi dapat
digunakan untuk memproduksi berbagai jenis produk. Industri juga dapat
menggunakan proses produksi partaian untuk membuat produk contoh. Jika produk
ternyata tidak sesuai dengan keinginan pasar, maka produksi dapat dihentikan tanpa kerugian yang besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar